Metamorfosis Adalah : Pengertian, Fase, Jenis dan Contohnya

Metamorfosis Adalah : Pengertian, Fase, Jenis dan Contohnya – Apakah itu Metamorfosis ?Metamorfosis diartikan sebagai proses perkembangan makhluk hidup yang mulanya sebuah telur hingga dewasa secara sempurna serta mengalami suatu perubahan bentuk struktur tubuh.Pada kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang Metamorfosis dan hal-hal yang melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Metamorfosis Adalah : Pengertian, Fase, Jenis dan Contohnya


Metamorfosis berasal dari bahasa Yunani yakni “Greek”. Meta (diantara, sekitar, setelah), morphe (bentuk), osis (bagian dari), jadi metamorphosis adalah suatu perubahan bentuk selama perkembangan postembrionik. Hewan yang mengalami suatu metamorphosis cukup banyak, diantaranya adalah Katak, Kupu-kupu dan Serangga.

Metamorfosis secara sederhana ialah sebagai proses biologis yang menandai perkembangan pada hewan dimana suatu proses tersebut melibatkan perubahan penampilan secara fisik maupun struktur organ setelah fase kelahiran ataupun penetasan. Perubahan yang terlihat pada sebuah proses metamorphosis hewan disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel juga differensiasi sel tersebut dengan cara yang radikal dan dinamik.

Metamorfosis Menurut Wikipedia :

Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan suatu perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal sangat berbeda.

Macam Macam Fase Metamorfosis

Metamorfosis umumnya terjadi pada fase yang sangat berbeda, seperti dimulai dari telur, larva atau nimfa, terkadang juga sering melewati fase pupa dan berakhir menjadi imago atau dewasa.Berikut di bawah ini penjelasannya yaitu :

Telur

Telur ialah fase dini dalam metamorfosis. Telur memiliki wujud bulat utuh serta di dalam telur ada benda berbentuk cairan yang ialah calon orang. Cairan tersebut dilindungi dengan cangkang keras serta senantiasa dilindungi ketat oleh si induk.

Larva

Larva ialah hewan yang baru menetas dari telur. Fase ini umumnya ialah tipe mollusca ataupun hewan lunak. Larva pula memiliki anatomi yang belum lengkap dengan struktur yang sangat simpel. Larva merupakan sesuatu wujud hewan muda yang tumbuh lewat metamorfosis.Fase larva kerap pula terjadi pada metamorfosis serangga serta amfibia, wujud larva berbeda kala telah berganti. Misalnya semacam yang terjalin pada ulat yang hendak berganti jadi kupu- kupu.

Pupa atau Kepompong

Pupa merupakan suatu larva yang mengalami pengerasan. Fase ini ialah fase transisi dimana hewan hendak memperoleh wujud badan sempurna. Pada waktu ini, serangga hendak hadapi masa semacam tidur dalam kurun waktu yang lumayan lama. Larva akan mengalami diferensiasi sel yang hendak membentuk sesuatu organ utuh.

Nyaris sama semacam hibernasi yang tidak makan ataupun melaksanakan kegiatan apa juga. Cuma saja pada fase Pupa ataupun kepompong bertujuan ataupun proses dimana makhluk hidup hendak jadi dewasa.

Nimfa

Nimfa merupakan hewan muda mirip dengan hewan yang telah berkembang berusia, namun ukurannya jauh lebih kecil serta ada sebagian bagian organ yang belum berkembang. Umumnya nimfa pada metamorfosis hadapi kejadian yang disebut pula dengan Molting ataupun pergantian kulit.

Molting

Fase molting ialah proses pergantian kulit ataupun cangkang pada hewan tertentu. Sehabis hadapi fase molting, nimpha hendak berganti jadi makhluk hidup dewasa dengan struktur badan sempurna. Fase ini tidak cuma dirasakan oleh nimpha, tetapi pula fauna yang sudah berusia pula hendak hadapi fase ini kesekian kali.

Imago

Imago merupakan makhluk hidup yang sudah berkembang dewasa. Fase ini pula ialah fase akhir dari metamorfosis. Pada fase ini seseorang imago jantan ataupun betina melaksanakan perkawainan untuk menciptakan suatu telur serta  kembali pada masa metamorphosis dini.

Metamorfosis Adalah : Pengertian, Fase, Jenis dan Contohnya

Jenis – Jenis Metamorfosis

Sebagian serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, serta tunicata hadapi sesuatu proses metamorfosis, yang umumnya( tetapi tidak senantiasa) diiringi sesuatu pergantian habitat ataupun kelakuan. Terdapat 2 berbagai metamorphosis utama pada serangga ialah hemimetabolisme serta holometabolisme.

Baca Juga:  Fungsi Esofagus : Pengertian Esofagus, Struktur dan Bagian-Bagiannya

Jenis- jenis metamorfosis umumnya dibagi jadi 2 antara lain:

Metamorfosis Sempurna( Holometabola)

Metamorphosis sempurna merupakan Holometabolisme. Pada holometabolisme, larva ini sangat berbeda dengan dewasanya. Serangga hanya melaksanakan holometabolisme lewat fase larva, setelah itu merambah fase tidak aktif yang disebut pupa, ataupun chrysalis, serta kesimpulannya jadi dewasa. Jadi Metamorfosis sempurna ialah sesuatu metamorphosis yang melewati tahapan- tahapan mulai dari telur- larva- pupa- imago. Contoh metamorphosis sempurna ialah pada katak, nyamuk serta kupu- kupu.

Ada pula tahapan perkembangan serta pertumbuhan yang terjalin pada metaorfosis sempurna antara lain yakni:

Fase Telur. Hewan betina akan meletakkan telur- telurnya di tempat yang cocok dengan kebutuhan pada pertumbuhan calon anaknya. Misalnya semacam pada kupu- kupu yang meletakkan telur- telurnya pada permukaan daun perihal ini sebab larva ataupun hewan muda yakni pemakan tanaman.

Pada fase telur ini, embrio hasil fertilisasi sel telur dengan sel mani terus menerus hadapi pemisahan, membentuk organ- organ, hingga waktu tertentu bergantung pada tipe spesiesnya. Telur- telur nyamuk ini mempunyai struktur yang ringan serta rapat semacam suatu rakit. Induk- induk nyamuk pula meletakkan telur- telurnya di permukaan air yang tenang. Perihal ini sebab larva nyamuk menghabiskan kehidupannya di dalam air. Sehabis waktu yang ditetapkan pada telur- telur ini akan menetas jadi larva ataupun hewan muda.

Fase Larva. Pada fase ini larva ataupun hewan muda pula sangat aktif makan. Induk betina meletakkan telur- telur ditempat yang cocok dengan makanannya. Ulat, larva dari kupu- kupu sanggup menghabiskan dedaunan dimana dia terletak ataupun hinggap. Larva hewan yang telah mempunyai eksoskleton( rangka luar), semacam pada serangga hendak hadapi pergantian kulit ataupun eksdisis ataupun molting.

Perihal ini pula sebab dimensi badannya kian membengkak sehingga diperlukan sesuatu eksoskleton yang baru untuk dimensi badannya yang membengkak. Pergantian kulit ini bisa terjadi hingga berkali kali serta pada waktu yang didetetapkan larva hendak menyudahi makan serta merambah fase selanjutnya, ialah jadi pupa. Pergantian ini bisa dikontrol oleh hormonal di dalam badan larva.

Fase Pupa. Pupa ataupun kepompom merupakan fase transisi. Badan kepompong dilindungi dengan rangka luar yang keras atau kokon. Pada fase ini, sebagian besar serangga terletak di dalam keadaan inaktif( makan). Di balik kokon, badan pupa sangat lebih aktif melaksanakan metabolisme pembuatan organ—organ serta wujud hewan dewasanya. Kebutuhan akan tenaga yang diperoleh dari simpanan cadangan makanan di dalam badan larva.( pada fase larva sangat lebih aktif makan, serta sebagian makanannya hendak ditaruh buat fase pupa). Fase pupa memakan waktu yang sangat bermacam- macam.

Fase Imago. Hingga waktu yang sudah ditetapkan, pupa keluar dari cangkangnya jadi hewan dewasa atau imago dengan wujud yang sangatlah berbeda. Pada fase ini, imago mempunyai metode makan serta habitat yang berbeda dengan larvanya. Fase imago ini ialah fase reproduksi dimana, hewan berusia yang akan silih mengadakan perkawinan( jantan serta betina), yang  membentuk ratusan telur- telur, serta hendak mengulangi sikusnya.

Metamorfosis Tidak Sempurna( Hemimetobola)

Metamorphosis tidak sempurna merupakan Hemimetabolisme. Fase spesies yang belum dewasa pada metamorphosis umumnya diucap dengan larva. Tetapi pada metamorphosis mayoritas spesies serangga, cuma saja fase awal yang disebut larva serta terkadang mempunyai nama yang berbeda. Pada hemimetabolisme, pertumbuhan larva hendak berlangsung pada fase perkembangan kesekian serta ekdisis( pergantian kulit), fase ini diucap instar. Jadi Metamorfosis tidak sempurna ini ialah metamorphosis yang melewati 2 tahapan ialah dari telur jadi nimfa setelah itu jadi hewan dewasa. Umumnya pula metamorphosis ini terjadi pada serangga semacam capung, belalang, jangkrik.

Tahapan- tahapan pada hemimetabola ialah:

  • Telur. Semacam pada biasanya seekor serangga, telur- telur diletakkan ditempat yang cocok serta nyaman buat pertumbuhan embrio. Embrio- embrio yang dilindungi dengan struktur telur yang bercangkang zar kiitin. Hingga pada waktu yang sudah didetetapkan, telur hendak menetas jadi nimfa.
  • Nimfa. Berbeda dengan kelompok holometabola, hemimetabola langsung mempunyai sebagian wujud hewan yang sebetulnya, nimfa, yang ukurannya lebih kecil. Nimfa hendak hadapi perkembangan serta pertumbuhan buat kematangan organ reproduksi nya. Nimfa pula hendak hadapi eksdisis buat mengubah kerangka luar badannya akibat perkembangan yang membuat dimensi badannya kian membesar.
  • Imago. Imago pula mempunyai kematangan reproduksi serta siap buat melaksanakan perkawinan. Siklus ini akan kembali terulang.
Baca Juga:  √ Pengertian Tulang Pengumpil, Fungsi Beserta Bagiannya

Metamorfosis pada serangga bisa dibedakan jadi 3  ialah:

  • Ametabola,Ametabola yakni sesuatu kalangan serangga yang tidak hadapi metamorfosis, misalnya kutu novel. Sehabis telur menetas, serangga hendak jadi hewan kecil setelah itu tumbuh jadi dewasa yang tidak hadapi pergantian wujud cuma pergantian dimensi.
  • Hemimetabola,Hemimetabola yakni sesuatu kelompok serangga yang hadapi metamorfosis tidak sempurna, misalnya belalang, laron, serta capung. Serangga ini pula cuma hadapi 3 sesi pertumbuhan ialah telur, larva( nimpa), serta imago, jadi tidak lewat pupa( kepompong).
  • Holometabola,Holometabola yakni sesuatu kelompok serangga yang hadapi metamorfosis sempurna, misalnya kupu- kupu, lalat, serta nyamuk. Serangga ini hendak hadapi 4 sesi pertumbuhan ialah telur, larva, pupa( kepompong), serta imago.

Contoh Metamorfosis


Contoh Hewan Metamorfosis Sempurna

Contoh hewan yang hadapi metamorphosis sempurna adalah :

Kupu – kupu.

Fase metamorfosis kupu– kupu diawali dari telur, larva, pupa sampai imago. Larva dari kupu– kupu merupakan ulat yang ialah hewan lunak. Ulat dari kupu– kupu tercantum hewan yang beresiko karena bisa memunculkan dampak gatal kala menyentuhnya. Pada Sebaliknya pupa kupu– kupu kepompong. Kemudian kala dewasa memiliki sayap serta bisa terbang.

Nyamuk.

Fase metamorphosis nyamuk merupakan telur, larva, pupa kemudian imago. Larva telur disebut dengan jentik– jentik serta tidak beresiko. Tetapi kala jadi nyamuk dewasa, sangat beresiko sebab bisa menyebabkan penyakit mematikan semacam demam berdarah serta malaria.

Katak.

Buat metamorphosis katak ialah telur, larva, nimpha kemudian imago. Larva katak disebut dengan kecebong. Kecebong ini memiliki habitat di air sampai memiliki organ lengkap serta berganti jadi nimpha. Nimpha katak  terletak di dalam air .

Semut.

Metamorphosis semut diawali dari telur, larva, pupa, imago. Pada fase metamorphosis semut hanya hadapi perbandingan badan. Sebaliknya metode hidup serta habitat sama, terletak di darat. Cuma saja pada semut dewasa hendak memiliki kemampuan dalam memanjat apa juga serta dimanapun serta memiliki penyeimbang yang sangat baik.

Contoh Hewan Metamorfosis Tidak Sempurna

Contoh hewan yang hadapi metamorphosis tidak sempurna adalah :

Belalang.

Fase metamorfosis belalang cuma meliputi telur, nimfa, kemudian imago. Buat transisi antara nimpha serta imago pada belalang mempunyai fase molting.

Kecoa

Fase metamorphosis kecoakk meliputi telur– nimpha– imago. Pada fase nimpha, kecoak hendak hadapi pengerasan badan buat membentuk kulit keras.

Capung.

Fase metamorphosis capung ialah telur, nimpha kemudian imago. Pada fase nimpha capung tidak memiliki sayap serta tidak bisa terbang. Sehabis tumbuh jadi imago, akan berkembang sayap serta bisa terbang.

Ayam.

Hewan ini pula ialah salah satu hewan yang memiliki metamorphosis tidak sempurna. Fase metamorphosis ayam ialah telur, nimpha kemudian imago. Pada ayam memiliki perbandingan yang mencolok antara nimpha serta imago. Perbandingan tersebut terletak pada corak bulu serta suara ayam.

Jangkrik.

Masa metamorfosis jangkrik meliputi telur, nimfa serta imago. Pada imago, jangkrik belum bisa menghasilkan bunyi nyaring. Sehabis berkembang jadi imago, jangkrik bisa menghasilkan bunyi yang sangat khas serta nyaring.

Laron/ Rayap.

Sekilas hewan ini ialah tipe hewan yang berbeda. Sementara itu rayap ialah nimpha dari laron. Metamorfosis hewan ini meliputi telur– nimpha– imago. Pada fase imago, laron akan meninggalkan sayap untuk melaksanakan reproduksi.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Metamorfosissemoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.