√ Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli (Pembahasan Singkat)

Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli (Pembahasan Singkat) – Ada beberapa teori mengenai perubahan sosial menurut beberapa ahli sosiolog yang dapat kita simak. Mengingat pembahasan ini terbilang amat penting.

Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli (Pembahasan Singkat)

Untul lebih jelas mari kita simak uraian dibawah ini.

Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Mari kita bahas teori tersebut menurut ahlinya.

Menurut Laurer

Menurur Laurer terdapat dua teori perubahan sosial, yaitu teori siklus dan teori perkembangan Teori Siklus, Teori siklus melihat perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan yang terjadi sebelumnya. Dalam pola perubahan ini tidak tampak batas-batas antara pola hidup primitif, tradisional dan modern.

Osward Spengler (1880-1936), seorang ahli filsafat Jerman berpandangan bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan. Pitirim A. Sorokin, seorang ahli sosiologi Rusia berpandangan bahwa semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Ketiga sistem kebudayaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kebudayaan ideasional (ideational cultural)
  • Kebudayaan idealistis (idealistic cultural)
  • Kebudayaan sensai (sensational cultural)

Teori Perkembangan/linier, Penganut teori ini percaya bahwa perubahan dapat diarahkan kesuatu titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional menggunakan peralatan yang terbuat dari bahan seadanya melalui proses pembuatan secara manual. Teknologi ini selanjutnya berkembang menjadi teknologi canggih yang pada intinya bertujuan mempermudah pekerjaan manusia.

Teori perkembangan/linier dibagi menjadi dua macam, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Herbert Spencer, seorang sosiolog dari Inggris berpendapat bahwa setiap masyarakat berkembang melalui tahapan yang pasti. Sementara itu Emile Durkheim mengatakan bahwa masyarakat berkembang dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik. Solidaritas mekanik merupakan cara hidup masyarakat tradisional yang cenderung mengedepankan keseragaman sosial yang diikat oleh ide bersama.

Baca Juga:  √ Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli (Terlengkap)

Solidaritas organik merupakan cara hidup masyarakat lebih maju yang lebih berakar pada perbedaan daripada persamaan. Max Weber melalui teori evolusinya berpandangan bahwa masyarakat berubah secara linier dari masyarakat yang diliputi pemikiran mistik dan takhayul menuju masyarakat yang rasional. Karl Max berpandangan bahwa masyarakat feodal akan berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kapitalis.

Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Teori-teori modern mengenai perubahan sosial

Teori Modernisasi, Teori modernisasi melihat bahwa perubahan negara-negara terbelakang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat melalui modernisasi.

Teori Ketergantungan, Teori ini melihat bahwa ada ketergantungan secara ekonomi negara-negara dunia ketiga terhadap negara-negara industri. Negara-negara dunia ketiga membutuhkan pinjaman modal dan investasi dari negara-negara industri.

Teori Sistem Dunia, Teori ini dibuat oleh Immanuel Wallerstein, yang menyatakan bahwa perekonomian kapitalis dunia tersusun atas tiga jenjang, yaitu negara inti, negara semi-periferi dan negara periferi. Negara inti adalah negara-negara Eropa Barat, negara semi-periferi adalah negara-negara Eropa Selatan dan negara periferi adalah negara kawasan Asia dan Afrika.

Inilah beberapa pengulasan tentang Teori Perubahan Sosial Menurut Para Ahli (Pembahasan Singkat) yang dikupas secara lugas, semoga dapat menambah pengetahuan anda, terimakasih.