√ Pengertian Tektonisme dan Gerak Orogenetik (Bahas Lengkap)

Pengertian Tektonisme dan Gerak Orogenetik (Bahas Lengkap) – Apa yang kalian tahu tentang tektonisme? Untuk anda yang sedang mempelajari geografi khususnya tentang tanah, gunung, bumi dan lain sebagainya pasti tektonisme sudah tidak asing lagi didengar.

Pengertian Tektonisme dan Gerak Orogenetik (Bahas Lengkap)

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lengkap disini.

Pengertian Tektonisme

Yang dimaksud dengan tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik horizontal maupun vertikal.

Gerak Orogenetik

Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan, patahan, retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan terjadinya gerak-gerak pada kerak bumi membuktikan kerak bumi bersifat dinamis, gerak tersebut terjadi karena tekanan baik secara horizontal maupun vertikal akibatnya terjadi perubahan kedudukan pada lapisan batuan dalam bentuk pelengkungan (warping), lipatan (folding), retakan (jointing) dan patahan (faulting).

Pelengkungan (warping)

Pelengkungan ini terbentuk jika terjadi gerak vertikal secara tidak merata pada suatu daerah, khususnya yang mengandung batuan sedimen, menghasilkan perubahan struktur lapisan yang semula horizontal menjadi melengkung, jika lapisan tersebut melengkung keatas akan membentuk kubah (dome) dan jika melengkung kebawah akan membentuk cekungan (basin).

Baca Juga:  √ Pola Bentuk Muka Bumi dan Mengidentifikasinya (Lengkap)

Lipatan (folding)

Lipatan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan antiklinal, sedangkan daerah lembah dinamakan sinklinal, yang sangat luas dinamakan geosinklinal.

Patahan (faulting)

Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Jenis patahan dapat dibedakan menjadi tiga tipe berdasarkan arah gerakan lempeng, yaitu reserve fault, normal fault, strike slip fault.

  • Reserve fault merupakan patahan dengan gerakan lempeng batuannya keatas bidang patahan dan berlawanan arah dengan gaya berat.
  • Normal fault merupakan patahan dengan gerakan lempeng batuannya kebawah menurut bidang miringmengikuti arah gaya beratnya.
  • Strike slip fault merupakan patahan dengan gerakan lempeng batuan bergerak horizontal dengan arah berlawanan.

Pengertian Tektonisme Menurut Pakar Geografi

Dari ketiga tipe dasar patahan ini akan menghasilkan tiga bentuk permukaan bumi seperti graben atau slenk, horst dan fault scrap.

  • Graben atau slenk adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan
  • Horst (tanah naik) adalah bagian diantara dua patahan yang mengalami pengangkatan, sehingga posisinya menjadi lebih tinggi dibanding wilayah di sekitarnya.
  • Fault scrap (cliff) merupakan dinding terjal yang dihasilkan oleh patahan yang salah satu sisinya bergeser keatas, sehingga posisinya terlihat lebih tinggi, namun kadang kala fault scrap ini tidak tampak karena mengalami erosi.
Baca Juga:  √ Pengertian Air Tanah dan Macam Jenisnya (Pembahasan Lengkap)

Itulah penjelasan tentang Pengertian Tektonisme dan Gerak Orogenetik (Bahas Lengkap)i yang dapat anda simak, lihat juga artikel lainnya dan semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, terimakasih.